Sisi Terbaik dari Plaza Obat

Pedoman Teratas Dari Plaza Obat


Plaza ObatPlaza Obat
Sebagai salah satu unsur dari upaya optimalisasi peran tiga pilar, BNN Kabupaten Sukabumi bekerjasama dengan Babinsa, Bhabinkamtibmas, Pemerintah Desa dan Puskesmas, dalam program P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika) untuk menciptakan lingkungan Desa yang bersih dari tindak penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. BNN Kabupaten Sukabumi meluncurkan program yang menjadi salah satu pilot project tingkat nasional yakni Desa Bersinar (Bersih Narkoba) BNNK Sukabumi berhasil menjadikan sedikitnya 7 Kecamatan di Kabupaten dan 1 Kecamatan di Kota Sukabumi sebagai Kecamatan Bersinar, dengan jumlah Desa Bersinar di Kabupaten Sukabumi mencapai 243 Desa, ditambah 1 Kelurahan di Kabupaten dan 2 Kelurahan Bersinar di Kota Sukabumi.


Desa Bersinar adalah salah satu upaya pencegahan dan penanganan penyalahgunaan narkoba di tingkat Desa yang dikelola secara mandiri oleh pemerintah Desa bersama dengan masyarakat Desa, yang memiliki tujuan meningkatkan pendampingan masyarakat Desa dalam penyelenggaraan fasilitas Desa Bersih Narkoba yang di kelola secara partisipatif, terpadu dan berkelanjutan berbasis pendayagunaan sumberdaya di Desa, diperlukan peningkatan kapasitas aparat pemerintah Kabupaten/Kota dalam memfasilitasi kegiatan Desa Bersih Narkoba, serta pemerintah daerah Provinsi dalam membina Kabupaten/Kota, serta meningkatkan koordinasi dan kerjasama lintas pemangku kepentingan dalam memfasilitasi kegiatan Desa Bersih Narkoba - Plaza Obat.


- BNN Kabupaten Batang berpartisipasi pada acara car free day (CFD) yang digelar di Alun-alun Batang, Minggu (8/7). Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dalam rangka menyemarakkan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2018 yang diperingati pada tanggal 26 Juni lalu. Kepala BNN Batang, Teguh Budi Santoso mengatakan, kegiatan ini adalah sebagai salah satu bentuk penyebarluasan informasi kepada masyarakat tentang bahaya penyalahgunaan narkoba.


5 Elemen Penting Untuk Plaza Obat


Sehingga diharapkan masyarakat berani melaporkan segala bentuk penyalahgunaan narkoba kepada BNN,'' ujarnya. Dalam kegiatan ini, berbagai informasi mengenai bahaya narkoba disampaikan oleh Kepala BNN Batang dan jajarannya kepada masyarakat. Selain itu juga ada pembagian bahan kontak antara lain leaflet, gantungan kunci, kipas dan stiker stop narkoba, serta tanya jawab dengan para peserta untuk pembagian doorprize.


Plaza ObatPlaza Obat
Termasuk dapat menurunkan angka penyalahgunaan narkoba di wilayah Kabupaten Batang,'' kata Teguh. Kasie Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Batang, Andy Sri Haryadi mengatakan, perang terhadap narkoba terus dilakukan oleh BNN Kabupaten Batang. Salah satunya dengan menyediakan layanan call center yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk melaporkan keberadaan pecandu, bandar, maupun informasi terkait proses rehabilitasi pengguna narkoba.


Kami berharap, warga bisa memanfaatkan call center yang dibuat BNN Batang,'' ujarnya.


Lima Top Terbaru Plaza Obat Urban News


Plaza ObatPlaza Obat


dr. Heriyanto Budhy, warga Jemur Handayani, sekaligus seorang dokter di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I, di Porong, Click This Link Kabupaten Sidoarjo, menjalani sidang perdana, dalam perkara narkotika golongan III.Agendanya, dakwaan yang dibacakan Ferry Eka Rachman Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Surabaya. Terdakwa dr. Heriyanto Budhy dianggap bersalah, menyalahgunakan kesewenangan sebagai seorang dokter.


Perlu diketahui, dr Hariyanto Budhy ditangkap anggota BNN Kota Surabaya, pada 11 Januari 2016 lalu, melakukan penyelidikan di rumahnya Jalan Jemur Handayani. Justru, yang datang Andre Hariyanto dan Ainur Rofiq, pecandu narkoba. Setelah itu, keduanya dibawa ke kantor BNN Kota Surabaya, untuk menjalani assessment dan pemeriksaan oleh penyidik. Ternyata kedua pecandu itu mengaku datang ke rumah dr Heriyanto Budhy, mengambil obat untuk pengguna pecandu narkoba - Plaza Obat.


Banjarnegara – Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono memberikan perhatian khusus pada Ny O (34 tahun), warga Jakarta yang melahirkan di RSUD Hj Anna Lasmanah Banjarnegara beberapa waktu yang lalu. Saat melahirkan, ia masih berstatus tahanan Rutan Banjarnegara karena kasus narkoba. Hari ini, Minggu, Ny O pamit ke bupati di Pringgitan rumah dinas, diantar petugas Rutan Banjarnegara, tenaga medis RSUD Hj Anna Lasmanah dan Bagian Umum Setda yang akan mengantarnya ke kampung halamannya di Jakarta.


Satu-satunya Strategi Terbaik Anda dapat ingin menggunakan untuk Plaza Obat


“Bayi ini saya beri nama Syafitra Putri Ayudia, Safitra artinya orang yang mulia,” kata Budhi Sarwono sembari memandangi jabang bayi itu. Anehnya, si bayi tersenyum seolah turut merasakan kebahagiaan dirinya dan ibunya. Lebih lanjut, read the full info here Bupati berpesan pada Ny O, agar kedepannya lebih berhati-hati dalam bergaul, maupun bekerja dimanapun. Jangan mudah percaya pada orang yang belum kita kenal.


Jangan mudah percaya begitu saja dengan orang yang belum lama kamu kenal, jangan mudah diajak pergi-pergi jika tak ada tujuan penting,” pesannya. “Kamu masih muda. Masa depanmu masih panjang. Semoga kamu sekeluarga bisa memperbaiki hidupmu agar lebih baik. Juga anakmu semoga kelak menjadi orang yang terhormat, seperti nama yang kusematkan tadi,” imbuh bupati.


Ny O sendiri mampak sangat bahagia di hari itu. Selain sudah bebas, ia telah memiliki bayi cantik yang telah dihadiahi nama oleh sang bupati. “Terima kasih tak terhingga Bapak Bupati beserta keluarga dan jajarannya atas segala perhatian dan kebaikan kepada saya, semoga Allah yang akan membalasnya,” katanya tak kuasa menahan air mata.


5 Elemen Penting Untuk Plaza Obat


Betul sekali saya orang nya terlalu percaya pada orang yang baru saya kenal. Tapi tak apa, saya sudah memaafkan. Yang penting Look At This anak saya sehat dan selamat,” urainya. Seperti pernah diberitakan, medio Maret silam, Satnarkoba Polres Banjarnegara menangkap O (34), warga Kelurahan Kapuk Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat yang saat itu sedang hamil 4 bulan di dalam sebuah toko modern di sekitar alun-alun Banjarnegara.


Meskipun perempuan itu tak mengakui sabu seberat 0,4 gram adalah miliknya. Ia mengaku hanya dititipi seorang teman perempuan yang mengajaknya jalan-jalan ke Banjarnegara. Sesampainya di Banjarnegara teman perempuan misterius tersebut memintanya membelikan minyak telon ke sebuah toko, sedangkan dia sendiri beralasan hendak ke ATM mengambil uang tunai. Disitulah, O diringkus polisi.


- Sebelas orang tewas dan 44 luka-luka setelah seorang pria menyerang kerumunan orang di Alun-alun Kota Mishui, bagian dari kota Hengyang, Provinsi Hunan. Menurut informasi yang diberikan pemerintah setempat, motif yang digunakan pelaku adalah balas dendam. "Pelaku memiliki catatan kriminal yang panjang, menjual narkoba, pencurian dan penyerangan. Dia memiliki keinginan untuk balas dendam terhadap masyarakat," ujar pernyataan tersebut, dikutip dari Reuters, Kamis (13/9).


Catatan Mendetail Tentang Plaza Obat


Sebelumnya ia diketahui membajak sebuah mobil sebelum tiba di alun-alun kota dan menyerang orang-orang di sana. Sebuah potongan video menunjukkan beberapa tubuh tergelatak di tanah usai serangan tersebut. Pelaku langsung ditahan otoritas setempat tak lama setelah peristiwa itu berlangsung. China menyatakan tidak ada indikasi bahwa insiden itu terkait dengan teror.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *